Entah kemana langkah ini selanjutnya Detik berganti menit, jam berganti hari Malamku gelap siangku buta Bagaimanapun kutetap dalam melangkah Karena di jalan berikutnya siapa tahu Dalam setiap tengok muka muka Kuberharap ada wajah yang membayang Yang tersenyum merona dan juga sama berharap Hingga berbagi senandung keriangan Hingga tak ada lagi hitam dan kelabu angan Kini Mungkin baiknya kumelepas lelah Sebab badanku sudah penuh luka Aku laiknya manusia sisa Yang hidup dalam hampa Hati ini untuk siapa aku tak tahu Wahai cinta dan kasih sayang dimanakah dirimu berada Karena lelah dan lukaku kan sirna bila kubertemu denganmu Kumohan berikanlah aku alamatmu
Kamis, 25 Agustus 2005
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Monggo Sambat