Air mata batin bercucuran pedih Tak menetes nyata di mata, hingga Sesak terasa sangat membebani dada Sangatlah sesak...... Gemuruh yang pernah terjadi Kudiamkan dalam lambat waktu Menunggu dan mengumpulkan kekuatan Untuk meletuskan sebuah hasrat itu Berat hati untuk ungkapkan jati diri Terpendam di dalam benak Kala terpekur sendiri Murung menyelimuti kulit wajah Tak ada semangat apapun Lusuh .... lusuh ..... lusuh. Aku kusut dalam menunggu Haruskah aku diam membisu Seperti gunung yang mati Menunggu dan diam seperti batu Sabtu, 27 September 2008 23:45 PM
15 selengkapnya......Sabtu, 27 September 2008
Sabtu, 06 September 2008
..... Kepadamu aku Mawaddah
Dalam tengah kesempatan aku kenal dirimu
Kemudian aku terseret dalam keadaan
Ditiap kesempatan aku perhatikan dirimu
Berdegub kemarau jantungku
Mata terkesiap kala memandangmu
Ideal nan sederhana
Pernah aku lari dalam sebuah keadaan
Dimana kamu hadir disana
Mencoba menghambarkan asa cinta kepadamu
Karena aku takut terjerembab lagi
Karena aku pernah merasakan pahit itu
Karena aku tak ingin pahit itu datang lagi
Begitu juga aku malu pada diriku
Aku hanyalah secuil dalam sebuah keberdayaan
Yang seakan tak pantas bersanding denganmu
Takdir tak bisa kuhindari
Seiring waktu dalam kebersamaan
Muncul disana dan tumbuh disini
Beragam corak warna cinta tertuju padamu
Hingga ketika malam aku menghadapNya
Sungguh !, bersimpuh aku menengadah
“Allah ya tuhanku dalam takdirMu aku memilih”
Maka aku memohon dan berharap kepadaNya dirimu
Karena itu DIA aku yakin kamu mampu dan kamu bisa
Dengan begitu tulus dan ikhlas setia
Dalam membangun sebuah keluarga Mawaddah, Warahmah, Amanah.
Kamis, 04 September 2008
You are
kamu satu diantara wanita yang kukenal
lembut dan sederhana disana
datang perlahan dan kemudian merambat
menjadi suatu harapan
kamu satu diantara yang singgah dan kemudian menetap
hingga aura itu ingin kukejar
menghentak degub berirama asmara
that’s you are
Anything for Anyone
Anykind with Anymore, Anytime
Menuju Tujuan
aku berusaha mencoba tak akan berjalan kedepan jika di sana masih tersirat samar ada lobang yang menganga ataukah tak ada karena disini saya berusaha untuk tidak terperosok dalam kubangan yang sama dan serupa bila isyarat itu pasti tak ada jalan cepat atau lari pilihannya tak tengok kanan dan kiri tak juga kebelakang hanya satu tujuan lurus kedepan maju terus hingga tak ada istilah mundur dan bilamana telah tiba di tujuan namun ternyata alangan tak bisa terhindar dan rintangan tak bisa dihalau maka akan kupasrahkan pada nasib dan garis KuasaNya tak akan terus kuratapi menyesal menangisi yang ada hanyalah termenung diri terpekur tuk bangkit karena disana masih ada asa aku yakin dan masih percaya karenaMu ku sahaja karenaMU ku bercahaya Kamis, 04 September 2008 Ramadhan Ba’da Sahur At 04 : 12 Am
15 selengkapnya......
