Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehidupan. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Desember 2009

Welijo

Hari ini aku menghirup udara pagi, siraman sesaat deras air hujan dini hari tadi menambah aroma kesegaran yang merambah meyusupi tubuh tambunku. Huhh.... sudah berapa bulan aku meringkuk dalam budaya kelelawar, menerjang sepinya malam sehingga tak terasa aku jadi terasing dengan geliatnya matahari. kurasakan suasana kali ini lain dari biasanya. menelusuri jalan yang relatif masih sepi dari hingarnya kendaraan dan lalu lalang manusia, yang mungkin masih berkutat mempersiapkan diri untuk kembali beraktifitas. biasanya pada masa - masa ini aku beranjak keperaduan memejamkan mata menuntaskan mimpi yang tak bertepi. Masa - masa suram dan tak berdaya menurutku, mencoba membunuh sumpah serapah terahadap diriku yang tak kunjung berbenah untuk berubah. malah cenderung dengan aktifitas yang menjerumuskan, menghamburkan waktu dengan tiada guna. ahh..... sesalku.

15 selengkapnya......

Minggu, 15 November 2009

RAKYAT JELAnTA MENGGUGAT

Kami ini buta dan tuli
Tapi kami tidak mencuri

Dan suatu waktu kami didera
Dimana kalian pernah membuai pada kami
Menjejalkan harapan pada mulut lapar kami

Kami menunggu
Hingga akhirnya ……
Berkali kalian kecewakan kami
Kami tahu, Tapi kami terima

Namun tunggu,
Itu dulu

Hai…. Para penghuni istana
Dan kalian yang ada di atas sana

Kini,
kami sudah melihat
Kami bisa mendengar
Dan saatnya,
Kami BERTERIAK

Kami akan MENGGUGAT
Hanya dengan KEPALAN tangan
Menhujamkan kepala congkakmu


02:00 AM
Minggu 15 Nop 09

15 selengkapnya......

Rabu, 15 Oktober 2008

Kabar Petang

Kabar telah datang bersama hembusan angin summer malam ini, aku yang baru saja melanglang buana dari jagad barat (dawarblandong) masih terengah-engah begitu bersandar di tepian. Terlibat perbincangan dengan kawan dan sahabat. Riuh kicau mereka menyambut kadatanganku. Begitu perbincangan menjurus pada kisah pilumu aku tersedak dan tertegun hati. Yang kudengar dari mulut-mulut mereka bahwa dirimu telah melahirkan seorang buah hati (son). Kupejamkan mata sesaat, mencoba untuk menepis berita yang belum tentu benar adanya. Namun aku terseret bersama desas-desus, yang berkenaan dengan kronologi akan hal itu menjadikan suatu rumor dalam lingkungan sekitar tempat tinggalmu, hingga kisah usaha Bapakmu dalam menutupi aib yang melanda kehidupan keluarganya, atau mengklarifikasikannya, telah disampaikan dalam jamaah tahlil bahwa dirimu telah dinikahkannya pada bulan Januari lalu.

Aku yang masih terdiam dan tertegun akan berita itu menerawang membayang. Andaikata hal itu benar adanya, Sungguh ...... sayang seribu satu sayang.
Tapi api telah membakar arang untuk menjadi abu. Apa yang telah terjadi adalah masa lalu yang mejadi pelajaran yang begitu berharga bagi kita, “Manusia” dan Allah Tuhan alam semesta jagad pasti akan membuka pintu ma’af bagi hambanya dengan perantara Taubatan Nasukha.
Aku disini yang masih menyayangimu menyisakan penyesalan atas apa yang telah terjadi padamu dan keluargamu. Keprihatinan mendalam. Dirimu adalah anak pertama dan sebagai kakak bagi adik-adikmu, pun seharusnya menjadi tauladan bagi mereka, menjadi contoh panutan dan kebanggaan mereka.
Bertahun sudah kita tak pernah bertemu, komunikasi terakhir yang terjalin adalah pada saat lebaran 1429 H kemarin. Terakhir kali kudengar merdu suaramu dikala Ramadhan kemarin, dimana telah kau hubungi aku dengan nomor lain, namun aku yang masih seperti biasa terlelap oleh indahnya mimpi tak menyadarinya. Disaat aku terjaga dan mengetahui panggilan tak terjawab hingga 4x membuat aku tergerak untuk menghubungi kembali. Terdengar alunan nadamu dan aksenmu yang begitu kuat, meskipun kau berpura-pura sebagai orang lain.
Selang satu hari kau kirimi aku ucapan selamat menjalankan ibadah puasa. Aku tambah yakin kalau yang menghubungi aku kemarin adalah dirimu.Malam ini sedikit banyak aku masih terngiang dan memikirkan dirimu. Sungguh alangkah bahagianya dirimu, teruama kedua orang tuamu, seandainya semua itu terjadi dalam sebuah perjalanan yang seharusnya dan yang diridhoiNya.
Aku masih terpana dan mencoba mengingkari berita itu, hatiku masih tak rela bilamana itu terjadi padamu. Hati telah basah oleh cucuran air mata batinku, sungguh aku akan ikut berbahagia bilamana hal itu melalui proses keabsahan menurut kayakinan kita. Aku rela dan pasti aku turut bahagia. Bukan sebaliknya, keprihatinan seperti saat ini.Pesanku untukmu, (yang mungkin tak akan tersampaikan dalam kenyataan)
Kuatkan dirimu dalam menjalani langkah kehidupan, teruslah lurus memandang dalam menggapai harapan untuk masa depan. Janganlah kau tengok kebelakang yang berlalu adalah pelajaran. Janganlah penyesalan itu untuk kau ratapi karena hal itu tak ada guna, bagimu dan bagi semua. Rawat & bimbinglah buah hatimu dengan ketulusan rasa sayangmu sebagai seorang ibu.
Aku yang menyisakan cinta untukmu hanya bisa mendoakan untukmu dan keluargamu, semoga kesabaran, kebahagiaan senantiasa menyelimuti hatimu. Jangan patah semangat karena harapan itu masih ada, dan aku masih disini untukmu.
SELAMAT MENJADI SEORANG IBU My Litlle Angel

15 selengkapnya......

Sabtu, 27 September 2008

Terkungkung

Air mata batin bercucuran pedih Tak menetes nyata di mata, hingga Sesak terasa sangat membebani dada Sangatlah sesak...... Gemuruh yang pernah terjadi Kudiamkan dalam lambat waktu Menunggu dan mengumpulkan kekuatan Untuk meletuskan sebuah hasrat itu Berat hati untuk ungkapkan jati diri Terpendam di dalam benak Kala terpekur sendiri Murung menyelimuti kulit wajah Tak ada semangat apapun Lusuh .... lusuh ..... lusuh. Aku kusut dalam menunggu Haruskah aku diam membisu Seperti gunung yang mati Menunggu dan diam seperti batu Sabtu, 27 September 2008 23:45 PM

15 selengkapnya......

Kamis, 04 September 2008

Menuju Tujuan

aku berusaha mencoba tak akan berjalan kedepan jika di sana masih tersirat samar ada lobang yang menganga ataukah tak ada karena disini saya berusaha untuk tidak terperosok dalam kubangan yang sama dan serupa bila isyarat itu pasti tak ada jalan cepat atau lari pilihannya tak tengok kanan dan kiri tak juga kebelakang hanya satu tujuan lurus kedepan maju terus hingga tak ada istilah mundur dan bilamana telah tiba di tujuan namun ternyata alangan tak bisa terhindar dan rintangan tak bisa dihalau maka akan kupasrahkan pada nasib dan garis KuasaNya tak akan terus kuratapi menyesal menangisi yang ada hanyalah termenung diri terpekur tuk bangkit karena disana masih ada asa aku yakin dan masih percaya karenaMu ku sahaja karenaMU ku bercahaya Kamis, 04 September 2008 Ramadhan Ba’da Sahur At 04 : 12 Am

15 selengkapnya......

Selasa, 26 Agustus 2008

Perjuangan Berjuang

Sekarang aku masih bukan apa-apa Aku masih biasa bukan luar biasa Meskipun begitu Aku akan terus berusaha kesana Sebanyak apa aku belajar Akan seluas itu aku memahaminya Semakin banyak yang ku topang Akan semakin tambah kekuatanku Sesering apa aku terbentur Akan sekuat itu aku menahannya Sejauh mana aku terhempas Akan secepat itu aku melaluinya Selama nadi berdenyut Dan jantung berdetak Benturan dan hempasan senantiasa ada Karena itulah hidup dalam kehidupan Made at : 26 August 2008 02:12 AM

15 selengkapnya......

Sabtu, 23 Agustus 2008

...........................Mati.

Kehampaan yang terbuat oleh ulah diri Kesengsaraan terlanjur menggelayuti Hadir dalam kesenduan isak tangis ratapan Lanturan kalimat yang tak terjaga Memaksa kita memasuki sisi ruang gelap Menjadikan langkah terantuk antuk Disibukkan oleh gundah gulana Kekhawatiran yang menuju ketakutan tak beralasan Saat itulah kita sedang sakit jiwa Sungguh bila kita benar-benar menyadarinya Jiwa yang lelah, hati yang remang gelap Terbuai oleh indahnya dunia Surga seakan hanya ada disana Seolah kehidupan tak akan pernah mati Yakinlah, semua itu lebih dari yang kau tahu Lebih dari apa yang terpahami oleh hitungan semua ilmu Yakinlah itu pada hati nurani Sebuah kerajaan Maha Besar menguasai segala jagad raya Sesuatu diluar nalar akan diketahui, KELAK !! Dikala kita semua telah terkubur dan dibangkitkan kembali Sabtu, 23 Agustus 2008 01:54 AM

15 selengkapnya......

Selasa, 26 Februari 2008

Flury

Njlaret abang ijo biru ungu koyok pelangi Mlaku-malku sak sire, kalem lagak-e Mripatku mung iso nyawang solahe Pemandangan sing apik sing nyele karo liyane Koyok ono neng ruang sing petheng dhehdhet Banjur ono cahya sing lintang Ora ono sing keno di dhelok, liyane cahya iki Pancen bedo screen saver iki. Sementara saiki yo iki sing tetep tak gawe Tenimbang sing liyane

15 selengkapnya......

Kamis, 10 Agustus 2006

Salinan Secarik Kertas

Wanita
bukanlah komoditas eksplorasi dan eksploitasi
yang semena-mena oleh bani Adam
ku akui sepanjang perjalanan,
kaum Adam sering melakukannya,
disengaja atau tidak,
baik secara lisan
maupun dalam bentuk perlakuan terhadapnya

17.46 PM
10 Agustus 2006

15 selengkapnya......

Kamis, 16 Februari 2006

Sangga kening

Dalam hidup di kehidupan Butuh suatu keberanian Untuk merangkak, berjalan atau berlari Meraih mimpi menuju kenyataan Meski Tersandung, terjatuh Siap menggenggam kekalahan Siap menjadi pecundang Menggenggam bara dengan menelan pahitnya kekecewaan Apakah hal itu memupuskan langkahmu Dalam menuju sinar cahaya asa Tataplah, karena semua itu harus terlewati Jangan biarkan otakmu berfikir keras Niscaya kau takkan mampu Sesungguhnya hatilah penuntunmu Semua akan kau rasakan bersama geraknya waktu Sungguh menuju Nikmat itu harus berjuang Kamis, 11,53 PM 16 Pebruari 2006

15 selengkapnya......

Sabtu, 11 Februari 2006

DUNIA EDAN !!!

Kenapa “Aku” ini Hari-hariku mesti ada ganjalan Batu besar hitam membara penuhi batinku Hingga sesak dan penuh dendam amarah Edan, bener-bener edan Ingin kulampiaskan membabi buta Hingga “Nafsuku” menang “Mereka” memang gila Menyeruak dalam langkahku Hentakan-hentakan tarian Setan Iblis Meliuk menebar pesona kekejian dalam setiap desakan langkah menuju termenungku Simbal-simbal gemerincing dibunyikan Genderang perang berdebum ditabuh Setan Iblis Jahanam Demi memberondong Cecunguk dan Hamba Tuhan LAA ILAAHA ILALLAH LAA ILAAHA ILALLAH LAA ILAAHA ILALLAH Beri aku perisai ampuhMu, Beri aku perisai ampuhMu Aku (Cecunguk) tak pernah berharap atau berdo’a Untuk hidup kemudian Mati sebagai Cecunguk Beri aku perisai ampuhMu, seutuhnya! Hingga aku jadi hambaMu Yang Seutuhnya sujud menyembahMu Persenjatai aku, persenjatai aku, Ya Allah ! Untuk bertahan dan melawan musuh” ku yang nyata Meredam hati dendam yang membara Meleburkan semua hentakan tarian pesonanya Menangkan dan damaikan aku bersama-sama Dengan FirmanMu ”Kun Fayakun” Dengan itu maka selamatlah kami atas RidhaMu Dari Banjir Ketamakan yang Serakah Dari Getaran Kesombongan yang Congkak Dari Ombak Kebencian dan Kebengisan Dari Letusan Kedzaliman serta Kemunafikan Dari segala upaya bujukan Iblis, Setan lelaki dan Betina LAA KHAULA WALAKUWWATA ILLAHBILLAH ! Sesungguhnya tiada daya upaya kekuatan kecuali dengan pertolonganMu Ya Allah” Sabtu, 16.24 PM 11 Pebruari 2006

15 selengkapnya......

Selasa, 07 Februari 2006

BISSMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM

Allah aza wajalla Laakhaula walakuwwata illahbillah Kenikmatan yang telah diberikanNya begitu nyata Sehelai saja nikmat yang dicabut dari kita Dari sempurnanya nikmat, bagaimana rasanya !!! Sekuat dan sekuasa apapun manusia Sehebat serta setinggi apapun ilmu manusia Tak ada kekuatan apapun yang bisa mencegah Sesungguhnya manusia itu lemah lagi congkak Dikala kau diberi sakit, sedih dan duka Sesungguhnya itu nikmat dariNYa Nikmatilah segala sesuatu yang diberikanNya kepadamu Karena Allah Maha Pengasih kepada hamba-hambaNya Karena Dialah Sang Maha Pengasih dari para pengasih Nikmatilah segala sesuatu yang diberikanNya kepadamu Karena Allah sangat sayang kepada hamba-hambaNya Karena Dialah Sang Maha Penyayang dari para penyayang Maka bersujudlah dengan syukur ikhlas Maka bersujudlah dengan tangan diatas Maka bersujudlah dijalanNya Sebelum nikmat itu susut darimu Sebelum nikmat itu lepas darimu Atas kehendakNya Setetes saja nikmat itu dilepas darimu Niscaya gerimis keluh terucap darimu 12.59 am SELASA, 07.02.2006

15 selengkapnya......