Kenapa “Aku” ini Hari-hariku mesti ada ganjalan Batu besar hitam membara penuhi batinku Hingga sesak dan penuh dendam amarah Edan, bener-bener edan Ingin kulampiaskan membabi buta Hingga “Nafsuku” menang “Mereka” memang gila Menyeruak dalam langkahku Hentakan-hentakan tarian Setan Iblis Meliuk menebar pesona kekejian dalam setiap desakan langkah menuju termenungku Simbal-simbal gemerincing dibunyikan Genderang perang berdebum ditabuh Setan Iblis Jahanam Demi memberondong Cecunguk dan Hamba Tuhan LAA ILAAHA ILALLAH LAA ILAAHA ILALLAH LAA ILAAHA ILALLAH Beri aku perisai ampuhMu, Beri aku perisai ampuhMu Aku (Cecunguk) tak pernah berharap atau berdo’a Untuk hidup kemudian Mati sebagai Cecunguk Beri aku perisai ampuhMu, seutuhnya! Hingga aku jadi hambaMu Yang Seutuhnya sujud menyembahMu Persenjatai aku, persenjatai aku, Ya Allah ! Untuk bertahan dan melawan musuh” ku yang nyata Meredam hati dendam yang membara Meleburkan semua hentakan tarian pesonanya Menangkan dan damaikan aku bersama-sama Dengan FirmanMu ”Kun Fayakun” Dengan itu maka selamatlah kami atas RidhaMu Dari Banjir Ketamakan yang Serakah Dari Getaran Kesombongan yang Congkak Dari Ombak Kebencian dan Kebengisan Dari Letusan Kedzaliman serta Kemunafikan Dari segala upaya bujukan Iblis, Setan lelaki dan Betina LAA KHAULA WALAKUWWATA ILLAHBILLAH ! Sesungguhnya tiada daya upaya kekuatan kecuali dengan pertolonganMu Ya Allah” Sabtu, 16.24 PM 11 Pebruari 2006
Sabtu, 11 Februari 2006
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Monggo Sambat