Kamis, 25 Agustus 2005

MANU_SIA_SISA

Entah kemana langkah ini selanjutnya Detik berganti menit, jam berganti hari Malamku gelap siangku buta Bagaimanapun kutetap dalam melangkah Karena di jalan berikutnya siapa tahu Dalam setiap tengok muka muka Kuberharap ada wajah yang membayang Yang tersenyum merona dan juga sama berharap Hingga berbagi senandung keriangan Hingga tak ada lagi hitam dan kelabu angan Kini Mungkin baiknya kumelepas lelah Sebab badanku sudah penuh luka Aku laiknya manusia sisa Yang hidup dalam hampa Hati ini untuk siapa aku tak tahu Wahai cinta dan kasih sayang dimanakah dirimu berada Karena lelah dan lukaku kan sirna bila kubertemu denganmu Kumohan berikanlah aku alamatmu

15 selengkapnya......

Selasa, 02 Agustus 2005

Kupersembahkan Untukmu

…………Hai perempuan……………………………………………………………… …………Lewat sebuah jembatan sengaja kita dipertemukan……………………… …………Kala itu aku merasakan biasa seperti umumnya………………………… …………Hingga aku harus tuk mencoba, apa salahnya pikirku…………………… …………Hingga kuhadirkan diriku dengan apa adanya aku……………………… …………Sekilas sukaku seakan bersambut (atau tak bersambut)………………… …………Kala malam kadang angan merasuk…………………………………… …………Tentang kita kelak yang sepintas tergambar…………………………… …………Kalimatpun terucap tentang keadaan………………………………… …………Dalam tanyaku tentang sebuah kesempatan menuju harapan……………… …………Engkau berucap meskipun tak semua terjawab…………………………… …………Namun kucoba tetap berusaha mencapai gayung bersambut…………… …………Aku memang bukan pangeran dan juga ksatria…………………………… …………Aku manusia bodoh yang belajar mencoba berusaha…………………… …………Demi meraih sebuah cinta kasih………………………………………… …………Kini, jika engkau enggan…………………………………………………… …………Kumohon angkatlah bicara dalam diammu………………………………… …………Jangan bungkam dalam benak kebisuan…………………………………… …………Agar aku mengerti……………………………………………… …………Dan kan kuhormati segala keputusanmu…………………………………… …………Karena hati memang tak bisa dipaksa……………………………………… …………Saat ini aku bimbang beraduk kecewa………………………… …………Kecewaku bukan soal hatimu…………………………………………… …………Kecewaku karena diammu dan sikapmu…………………………… …………Menjadikan aku tak mengerti harus bagaimana………………………… …………Jika memang harus hanya sampai disini………………………………… …………Kusadari serta tak akan ku paksakan……………………………………… …………Namun, dalam kesempatan kali ini………………………………………… …………Kubersimpuh memohon ampunanmu……………………………………… …………Jika kehadiranku telah mengganggu waktumu…………………………… …………Karena ikhlas ampunanmu……………………………………………… …………Sangatlah berarti kelak bagiku………………………………………

15 selengkapnya......