Rabu, 16 November 2011

Sabra Shatila

(Beirut, 16-18 Sept. 1982)
aku hanyalah mayat
kau abaikan atau kau bumikan jasadku
aku tak peduli
kau bakar
kau lemparkan kedalam jurang
atau kau tenggelamkan di dasar laut
aku tetap tak peduli
karena aku sudah terlanjur jadi mayat
hanya saja ingatlah aku,
aku yang sebelum ditakdirkan jadi mayat


tentang,

bahwa aku juga telah berkorban

riuhkan dengan gempar
bahwa aku juga jadi korban

agar,
menghukum mereka yang menganiaya
dan bila itu tidak cukup mampu
biarlah hukum Tuhan yang terjadi

cukuplah,
aku sebagai korban kebiadaban
aku sebagai korban kebencian
aku yang mengalami kebengisan

agar perang tak pernah lagi ada
hingga damai tercipta dan tak pernah terusik lagi

kini ragaku telah tuntas
telah rampung sampai disini

15 selengkapnya......

Selasa, 29 Desember 2009

...

serigala lapar telah mengusai lingkaran api, yang bersujudpun bisa terkapar. terhunus termakan jilatan

15 selengkapnya......

Kamis, 10 Desember 2009

BODOH..... dia tidak tahu cara memikat wanita !

satu kata itu bagaikan sebuah djarum yang menusuk di hati, menimbulkan luka, bila dilihat sepintas memang tak seberapa, kecil memang, namun perih dan pedih yang di timbulkan bisa hingga di ubun - ubun. rasa yang terhinakan meluap - luap. bukan hanya marah yang bisa terjadi namun lebih parah daripada itu, DENDAM !.

berakibat rusaknya suasana hati, bertindak amoral, dan melampaui batas.

sedangkan hati kecil kita yakin dengan seyakinnya, kita tidak mau lara itu menghitamkan hati. kita semua ingin bahagia tanpa sandungan kelam.

Hanya dengan waktu yang mampu menjawab, dan itu Butuh waktu tidak sedikit untuk memulihkan kembali.

harapan itu "ever after" untuk semua.

15 selengkapnya......

Senin, 07 Desember 2009

Welijo

Hari ini aku menghirup udara pagi, siraman sesaat deras air hujan dini hari tadi menambah aroma kesegaran yang merambah meyusupi tubuh tambunku. Huhh.... sudah berapa bulan aku meringkuk dalam budaya kelelawar, menerjang sepinya malam sehingga tak terasa aku jadi terasing dengan geliatnya matahari. kurasakan suasana kali ini lain dari biasanya. menelusuri jalan yang relatif masih sepi dari hingarnya kendaraan dan lalu lalang manusia, yang mungkin masih berkutat mempersiapkan diri untuk kembali beraktifitas. biasanya pada masa - masa ini aku beranjak keperaduan memejamkan mata menuntaskan mimpi yang tak bertepi. Masa - masa suram dan tak berdaya menurutku, mencoba membunuh sumpah serapah terahadap diriku yang tak kunjung berbenah untuk berubah. malah cenderung dengan aktifitas yang menjerumuskan, menghamburkan waktu dengan tiada guna. ahh..... sesalku.

15 selengkapnya......

Minggu, 15 November 2009

RAKYAT JELAnTA MENGGUGAT

Kami ini buta dan tuli
Tapi kami tidak mencuri

Dan suatu waktu kami didera
Dimana kalian pernah membuai pada kami
Menjejalkan harapan pada mulut lapar kami

Kami menunggu
Hingga akhirnya ……
Berkali kalian kecewakan kami
Kami tahu, Tapi kami terima

Namun tunggu,
Itu dulu

Hai…. Para penghuni istana
Dan kalian yang ada di atas sana

Kini,
kami sudah melihat
Kami bisa mendengar
Dan saatnya,
Kami BERTERIAK

Kami akan MENGGUGAT
Hanya dengan KEPALAN tangan
Menhujamkan kepala congkakmu


02:00 AM
Minggu 15 Nop 09

15 selengkapnya......