Allahu Rabbi Kumpulkan kami yang terserak menjadi satu Padukan sisi hati ini dalam naunganMu Tuk menebar asa dalam kerinduan kalbu Mempesona khilafah asmara Untuk saling berkasih dibumiMu Untuk saling menyayang antar makhlukMu Demi ketenangan sembah sujud kepadaMu Jadikanlah MalaikatMu menjadi saksi Dalam untaian-untaian khasanah nan suci Allahuakbar Kekang dan kendalikanlah nafsu Serta sibaklah Tabir hijabMu Tuk merubah haramMu menjadi Halal untukku Demi menebar benih benih surga dibumi Rekatkanlah untaian hati antar diri Meskipun berat, ringankanlah langkah kami Dan bungkamlah kemelut penebar ragu DemiMu Demi Rasul dan MalaikatMu Restuilah dan jadikan kami sehati sejati Lakhaulawalkuwwata illah billahil aliyyil adzim Senin, 26 Nopember 2007 02:31 AM
15 selengkapnya......Senin, 26 November 2007
Senin, 19 November 2007
Cintaku, masih dalam naungan bayangmu
Bergetar hati berpeluh raga Disekilas sayup tatapan mata hati Hembusan api asmara merona merambah sekujur jiwa Mengalun puisi pujian pada pujaan Mengalir dan mengalir seumpama tiada habis, Akan terus mengalir Menyelami jiwamu dalam gejolak batinku Untuk merobohkan kesombongan tembok semu Meraba hatimu dalam ketidakmampuan hakiki Namun, aku kan terus menyinta dan menyinta Menyayangi seutuh jiwa semampu raga Karena semerbak namamu mampu bangkitkan itu Suaramu mampu riangkan kerinduanku Untuk kau tahu Bahwa, cintaku takkan redup oleh jaman Kasih dan sayangku takkan terhenti dibatu nisan Kan kusanjung dirimu melebih bulan Kan kubawa melayang setinggi bintang Untuk selalu mengingatmu dalam kesendirianku Demi selalu merindumu dalan kesepianku Namun apa latah….? Bila cinta terus menyayat karena ketidak mampuan Menggerayangi rapuhnya satu sisi hati Karena tak cukup hanya dengan dua tangan tuk meraih Sepenuhnya, Kusadari aku belum mampu runtuhkan hatimu Meskipun harusnya aku malu dengan diriku Yang terus memaksa kehendak yang tak dikehendaki Aku tak berharap bersamamu Aku tak berdo’a untuk meraihmu Percuma jika hanya akan menyakitkan dirimu Meski begitu tak kan kusesali Apalagi kutangisi Sungguh segala sesuatu memang harus terjadi. Senin, 19 Nopember 2007 01.15 am
15 selengkapnya......Sabtu, 17 November 2007
Sepenggal kisahku hilang dipasar Kalibaru
Matahari dan awan beradu dilangitMu, membawa suasana segarnya hawa pegunungan di Bukit Kalibaru, dengan semangat kuayun langkah kaki menyusuri toko dan kios di sisi pasar bertemu sapa dengan pelanggan beserta pembantunya, perbincangan hangat terjadi hingga senyum simpul ketulusan diantara kami saling bertemu. sekilas menawarkan hati yang gundah sedari tadi malam.
Setelah Room service mempersilahkan diriku masuk serta menawariku welcome drink, pertanda kamar sudah siap! kuberikan tips ala kadarnya sebagai ucapan terima kasihku kepadanya, sepintas kulihat, digenggamnya uang itu lalu disarungkan pada saku celana sebelah kanan. Kuhempaskan kepenatan yang menyeruak dari berkeliling daerah Banyuwangi pada hamparan matras yang terpampang didepanku. Selang beberapa menit terdengar ketukan halus dari pintu kamar, ternyata Room Service tadi telah membawakan welcome drink pesananku.
Kunyalakan tv 14 inchi mencoba mencari hiburan yang menarik, biasanya pada jam segini TransTv menayangkan film-film terbaiknya, ternyata tak ada acara yang menarik buatku diantara sekian stasiun tv yang ada itu.
Waktunya menyegarkan badan, pikirku, barangkali dapat me-refresh jaringan-jaringan peredaran darah menuju otak yang lagi panas ini.
Setelah aku mandi, hilang sudah kepenatan dibadan yang bercampur peluh sedari tadi, badan lebih segar!! Oalaah……kenapa memory otakku terus-terusan memutar sosok dirimu yang telah mempesonakan aku,
Ngawur : tangi turu 17.11.2007
Aku tak mengerti apa selanjutnya langkah yang harus kulakukan untuk mnghentikan otonomi percintaan ini. Aku bingung dengan segala tips yang semua mengatakan bahwa hak itu memang benar adanya.

