Matahari dan awan beradu dilangitMu, membawa suasana segarnya hawa pegunungan di Bukit Kalibaru, dengan semangat kuayun langkah kaki menyusuri toko dan kios di sisi pasar bertemu sapa dengan pelanggan beserta pembantunya, perbincangan hangat terjadi hingga senyum simpul ketulusan diantara kami saling bertemu. sekilas menawarkan hati yang gundah sedari tadi malam.
Setelah Room service mempersilahkan diriku masuk serta menawariku welcome drink, pertanda kamar sudah siap! kuberikan tips ala kadarnya sebagai ucapan terima kasihku kepadanya, sepintas kulihat, digenggamnya uang itu lalu disarungkan pada saku celana sebelah kanan. Kuhempaskan kepenatan yang menyeruak dari berkeliling daerah Banyuwangi pada hamparan matras yang terpampang didepanku. Selang beberapa menit terdengar ketukan halus dari pintu kamar, ternyata Room Service tadi telah membawakan welcome drink pesananku.
Kunyalakan tv 14 inchi mencoba mencari hiburan yang menarik, biasanya pada jam segini TransTv menayangkan film-film terbaiknya, ternyata tak ada acara yang menarik buatku diantara sekian stasiun tv yang ada itu.
Waktunya menyegarkan badan, pikirku, barangkali dapat me-refresh jaringan-jaringan peredaran darah menuju otak yang lagi panas ini.
Setelah aku mandi, hilang sudah kepenatan dibadan yang bercampur peluh sedari tadi, badan lebih segar!! Oalaah……kenapa memory otakku terus-terusan memutar sosok dirimu yang telah mempesonakan aku,
Ngawur : tangi turu 17.11.2007
Aku tak mengerti apa selanjutnya langkah yang harus kulakukan untuk mnghentikan otonomi percintaan ini. Aku bingung dengan segala tips yang semua mengatakan bahwa hak itu memang benar adanya.
Sabtu, 17 November 2007
Sepenggal kisahku hilang dipasar Kalibaru
Label:
Perjalanan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Monggo Sambat