Sabtu, 27 September 2008

Terkungkung

Air mata batin bercucuran pedih Tak menetes nyata di mata, hingga Sesak terasa sangat membebani dada Sangatlah sesak...... Gemuruh yang pernah terjadi Kudiamkan dalam lambat waktu Menunggu dan mengumpulkan kekuatan Untuk meletuskan sebuah hasrat itu Berat hati untuk ungkapkan jati diri Terpendam di dalam benak Kala terpekur sendiri Murung menyelimuti kulit wajah Tak ada semangat apapun Lusuh .... lusuh ..... lusuh. Aku kusut dalam menunggu Haruskah aku diam membisu Seperti gunung yang mati Menunggu dan diam seperti batu Sabtu, 27 September 2008 23:45 PM

1 komentar:

  1. AKU MASIH MENUNGGU MU
    HARAPKU TETAP ADA DISANA
    ASA KU MASIH MELAMBUNG
    UNTUK BERSAMA SELAMANYA
    HANYA HIJAB YANG HARUS DIKUAK
    UNTUK MENYELARASKAN LANGKAH

    BalasHapus

Monggo Sambat