Ku terus melangkahkan jejak yang tak bertepi,
Bersandar keyakinan tuk memahami sebuah arti asa,
Dalam perjalanan menuju sebuah kedamaian hidup,
Menerjang badai demi sebuah ketenangan batin yang hakiki,
Dari semua yang terang hingga semu,
Terbaca maklumat sikap yang tak terperinci,
Membuat hatiku goyah terhadapmu, Harapanku tertutupi oleh kabut gunung,
Yang sengaja kau hembuskan,
Aku merasa telah kau hiraukan,
Disana aku merasa tiada arti,
Hingga aku mencemooh,
Aku yang terbodohi oleh desakan jiwa,
Yang terbuai oleh hasrat yang menggebu,
Langit tak lagi berbintang,
Yang tersisakan hanyalah nyanyian malam,
Meninggalkan luka berlabur hitam,
Meski begitu aku masih menunggu pijar fajar.
Minggu, 5 Oktober 2008
Minggu, 05 Oktober 2008
Morning Has Broken
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Monggo Sambat