Kami ini buta dan tuli
Tapi kami tidak mencuri
Dan suatu waktu kami didera
Dimana kalian pernah membuai pada kami
Menjejalkan harapan pada mulut lapar kami
Kami menunggu
Hingga akhirnya ……
Berkali kalian kecewakan kami
Kami tahu, Tapi kami terima
Namun tunggu,
Itu dulu
Hai…. Para penghuni istana
Dan kalian yang ada di atas sana
Kini,
kami sudah melihat
Kami bisa mendengar
Dan saatnya,
Kami BERTERIAK
Kami akan MENGGUGAT
Hanya dengan KEPALAN tangan
Menhujamkan kepala congkakmu
02:00 AM
Minggu 15 Nop 09
Minggu, 15 November 2009
RAKYAT JELAnTA MENGGUGAT
Jumat, 02 Oktober 2009
Keluh kisah
Tak tenang dan gundah senantiasa menghantui diri,
Dikala waktu – waktu yang kulalui
Terbayang rautmu,
Tetap kesan sederhanaanmu itu yang telah mengecoh hatiku
Kail sudah kulemparkan, namun
Namun umpan tetap mengambang
Respon yang sangat kuharapkan belumlah tampak
Sakit dadaku merasakan seperti ini
Serasa ingin berkesudahan sudah
Ya Allah dalam janjimu
Bahwa di Bulan yang suci ini
Segala pintu maaf Kau buka lebar, dan
Segala do’a Kau kabulkan
Ya Allah maafkanlah segala kesalahanku
Kesalahan yang telah kuperbuat
Dan kesalahan yang akan kuperbuat
Ya Allah aku yang dzalim
Meminta KepadaMu untuk kau tenangkan jiwa ini
Dan, berilah aku sebuah kesabaran tiada batas
Demi menuju keikhlasan yang sesungguhnya
Ya Allah aku yang kecil ini
Telah kau pertemukan dengan dirinya
Kau beri aku rasa cinta dan sayang itu kepadanya
Ya Allah
Karena itu aku mohon kepadaMu
Untuk menuju sunnah RasulMu
Takdirkanlah aku bersanding hidup dengannya
Ya Allah hanya Engkaulah yang Maha mengerti
Dan hanya Engkaulah yang Maha Mengetahui
Maka kusandarkan segala urusanku kepadaMu
Jum’at
26 Ramadhan 1427 H
20:19 WIB
Minggu, 19 Oktober 2008
SESEORANG YANG KAU CINTAI MEMUSUHIMU DAN MENJAUHIMU
SESESAK APAKAH GEJOLAK DADAMU?
BERHARAP DIA MEMELUK BERBALIK MENIKAMMU
SESUATU TELAH TERJADI DISANA DIMANA ANGAN MANUSIA TAK SELALU TERWUJUD DALAM SEKEJAP. DAN AKU PERNAH MERASAKANNYA.
inspirated by :
AS GOOD AS IT GET
the movie
at : 03:08 AM
19 Oct 2008 15 selengkapnya......
Rabu, 15 Oktober 2008
Kabar Petang
Kabar telah datang bersama hembusan angin summer malam ini, aku yang baru saja melanglang buana dari jagad barat (dawarblandong) masih terengah-engah begitu bersandar di tepian. Terlibat perbincangan dengan kawan dan sahabat. Riuh kicau mereka menyambut kadatanganku. Begitu perbincangan menjurus pada kisah pilumu aku tersedak dan tertegun hati. Yang kudengar dari mulut-mulut mereka bahwa dirimu telah melahirkan seorang buah hati (son). Kupejamkan mata sesaat, mencoba untuk menepis berita yang belum tentu benar adanya. Namun aku terseret bersama desas-desus, yang berkenaan dengan kronologi akan hal itu menjadikan suatu rumor dalam lingkungan sekitar tempat tinggalmu, hingga kisah usaha Bapakmu dalam menutupi aib yang melanda kehidupan keluarganya, atau mengklarifikasikannya, telah disampaikan dalam jamaah tahlil bahwa dirimu telah dinikahkannya pada bulan Januari lalu.
Aku disini yang masih menyayangimu menyisakan penyesalan atas apa yang telah terjadi padamu dan keluargamu. Keprihatinan mendalam. Dirimu adalah anak pertama dan sebagai kakak bagi adik-adikmu, pun seharusnya menjadi tauladan bagi mereka, menjadi contoh panutan dan kebanggaan mereka.
Bertahun sudah kita tak pernah bertemu, komunikasi terakhir yang terjalin adalah pada saat lebaran 1429 H kemarin. Terakhir kali kudengar merdu suaramu dikala Ramadhan kemarin, dimana telah kau hubungi aku dengan nomor lain, namun aku yang masih seperti biasa terlelap oleh indahnya mimpi tak menyadarinya. Disaat aku terjaga dan mengetahui panggilan tak terjawab hingga 4x membuat aku tergerak untuk menghubungi kembali. Terdengar alunan nadamu dan aksenmu yang begitu kuat, meskipun kau berpura-pura sebagai orang lain.
Selang satu hari kau kirimi aku ucapan selamat menjalankan ibadah puasa. Aku tambah yakin kalau yang menghubungi aku kemarin adalah dirimu.Malam ini sedikit banyak aku masih terngiang dan memikirkan dirimu. Sungguh alangkah bahagianya dirimu, teruama kedua orang tuamu, seandainya semua itu terjadi dalam sebuah perjalanan yang seharusnya dan yang diridhoiNya.
Aku masih terpana dan mencoba mengingkari berita itu, hatiku masih tak rela bilamana itu terjadi padamu. Hati telah basah oleh cucuran air mata batinku, sungguh aku akan ikut berbahagia bilamana hal itu melalui proses keabsahan menurut kayakinan kita. Aku rela dan pasti aku turut bahagia. Bukan sebaliknya, keprihatinan seperti saat ini.Pesanku untukmu, (yang mungkin tak akan tersampaikan dalam kenyataan)
Kuatkan dirimu dalam menjalani langkah kehidupan, teruslah lurus memandang dalam menggapai harapan untuk masa depan. Janganlah kau tengok kebelakang yang berlalu adalah pelajaran. Janganlah penyesalan itu untuk kau ratapi karena hal itu tak ada guna, bagimu dan bagi semua. Rawat & bimbinglah buah hatimu dengan ketulusan rasa sayangmu sebagai seorang ibu.
Aku yang menyisakan cinta untukmu hanya bisa mendoakan untukmu dan keluargamu, semoga kesabaran, kebahagiaan senantiasa menyelimuti hatimu. Jangan patah semangat karena harapan itu masih ada, dan aku masih disini untukmu.
SELAMAT MENJADI SEORANG IBU My Litlle Angel
Selasa, 07 Oktober 2008
Memory Oktober
Hampir dapat kupastikan, jika aku yang sebelumnya bermimpi untuk memiliki dirimu berjalan dengan cintaku seorang diri, tak terbalaskan dalam naungan kasihmu.
Segala pertimbangan telah terjadi dalam termenungku, diantaranya resiko bertepuk sebelah tangan atau gayung cinta yang tak bersambut.
Sebuah kesempatan bertemu denganmu telah terjadi dan itu akan terulang dan berulang lagi. Seperti halnya malam ini, lewat sebuah perantara kejadian hingga untuk pertama kalinya sejak kamu mudik kita bertemu kembali. Agak kikuk aku di hadapmu, aku yang mencoba tuk bersikap wajar dan biasa tiba – tiba menjadi beringsut mengkerut kecut hati dihadapmu. Kekuatan fatamorgana yang dasyat memang!.
Menatap wajahmu aku tak sanggup, apalagi menatap bola matamu. Aku jadi kecil dan seakan tak berarti.
Dalam hal ini aku mesti bersikap tegas padaku. Menjaga jarak dan porsi sebuah pertemuan demi menghambarkan asa yang telah kuciptakan sendiri. Aku harus mampu melunturkan jiwa yang terlanjur sakit terhadapmu. Tak akan lari dalam menghadapimu bila memang harus dihadapi. Dan akan kusimpangkan bila dapat.
Andai saja ........................................ pasti akan kubawa pergi jauh melampaui batas negara ini, dalam menuju sebuah penghidupan yang lebih baik, lebih layak dan itu akan kupersembahkan kepadamu.
Karena faktanya seperti ini maka akan tertunjukkan kepada siapapun dan dimanapun bahwa aku mampu dan aku bisa membuktikannya kesana.
Karenamu semangat kesana manjadi lebih menggebu. Terobsesi oleh sebuah angan yang meluas. Semua itu terwujud oleh karena golongan sepertimu yang telah memandang sebelah mata dalam setiap kehadiranku. Aku jadi merasa terlecehkan dan tercampakkan. Bagi kalian aku ibarat “Tebu”, dan bagaimanapun juga itulah sebuah garis yang harus kulewati berkali – kali.

