"Perputaran zaman TIDAK AKAN PERNAH MEMBUAT WANITA MENYAMAI LAKI-LAKI. Wanita tetaplah wanita dengan segala kemampuan dan kewajibannya. Yang harus berubah adalah, wanita harus mendapat pendidikan dan perlakuan yang lebih baik. Wanita harus sehat jasmani dan rohani, berakhlak dan berbudi pekerti luhur, taat beribadah yang kesemuanya hanya akan terpenuhi dengan mempunyai ilmu pengetahuan" ROHANA KUDUS
Senin, 13 Februari 2012
Rabu, 16 November 2011
Sabra Shatila
(Beirut, 16-18 Sept. 1982)
aku hanyalah mayat
kau abaikan atau kau bumikan jasadku
aku tak peduli
kau bakar
kau lemparkan kedalam jurang
atau kau tenggelamkan di dasar laut
aku tetap tak peduli
karena aku sudah terlanjur jadi mayat
hanya saja ingatlah aku,
aku yang sebelum ditakdirkan jadi mayat
tentang,
bahwa aku juga telah berkorban
riuhkan dengan gempar
bahwa aku juga jadi korban
agar,
menghukum mereka yang menganiaya
dan bila itu tidak cukup mampu
biarlah hukum Tuhan yang terjadi
cukuplah,
aku sebagai korban kebiadaban
aku sebagai korban kebencian
aku yang mengalami kebengisan
agar perang tak pernah lagi ada
hingga damai tercipta dan tak pernah terusik lagi
kini ragaku telah tuntas
telah rampung sampai disini
Selasa, 29 Desember 2009
...
serigala lapar telah mengusai lingkaran api, yang bersujudpun bisa terkapar. terhunus termakan jilatan
15 selengkapnya......Kamis, 10 Desember 2009
BODOH..... dia tidak tahu cara memikat wanita !
satu kata itu bagaikan sebuah djarum yang menusuk di hati, menimbulkan luka, bila dilihat sepintas memang tak seberapa, kecil memang, namun perih dan pedih yang di timbulkan bisa hingga di ubun - ubun. rasa yang terhinakan meluap - luap. bukan hanya marah yang bisa terjadi namun lebih parah daripada itu, DENDAM !.
berakibat rusaknya suasana hati, bertindak amoral, dan melampaui batas.
sedangkan hati kecil kita yakin dengan seyakinnya, kita tidak mau lara itu menghitamkan hati. kita semua ingin bahagia tanpa sandungan kelam.
Hanya dengan waktu yang mampu menjawab, dan itu Butuh waktu tidak sedikit untuk memulihkan kembali.
harapan itu "ever after" untuk semua.
Senin, 07 Desember 2009
Welijo
Hari ini aku menghirup udara pagi, siraman sesaat deras air hujan dini hari tadi menambah aroma kesegaran yang merambah meyusupi tubuh tambunku. Huhh.... sudah berapa bulan aku meringkuk dalam budaya kelelawar, menerjang sepinya malam sehingga tak terasa aku jadi terasing dengan geliatnya matahari. kurasakan suasana kali ini lain dari biasanya. menelusuri jalan yang relatif masih sepi dari hingarnya kendaraan dan lalu lalang manusia, yang mungkin masih berkutat mempersiapkan diri untuk kembali beraktifitas. biasanya pada masa - masa ini aku beranjak keperaduan memejamkan mata menuntaskan mimpi yang tak bertepi. Masa - masa suram dan tak berdaya menurutku, mencoba membunuh sumpah serapah terahadap diriku yang tak kunjung berbenah untuk berubah. malah cenderung dengan aktifitas yang menjerumuskan, menghamburkan waktu dengan tiada guna. ahh..... sesalku.
15 selengkapnya......Minggu, 15 November 2009
RAKYAT JELAnTA MENGGUGAT
Kami ini buta dan tuli
Tapi kami tidak mencuri
Dan suatu waktu kami didera
Dimana kalian pernah membuai pada kami
Menjejalkan harapan pada mulut lapar kami
Kami menunggu
Hingga akhirnya ……
Berkali kalian kecewakan kami
Kami tahu, Tapi kami terima
Namun tunggu,
Itu dulu
Hai…. Para penghuni istana
Dan kalian yang ada di atas sana
Kini,
kami sudah melihat
Kami bisa mendengar
Dan saatnya,
Kami BERTERIAK
Kami akan MENGGUGAT
Hanya dengan KEPALAN tangan
Menhujamkan kepala congkakmu
02:00 AM
Minggu 15 Nop 09
Jumat, 02 Oktober 2009
Keluh kisah
Tak tenang dan gundah senantiasa menghantui diri,
Dikala waktu – waktu yang kulalui
Terbayang rautmu,
Tetap kesan sederhanaanmu itu yang telah mengecoh hatiku
Kail sudah kulemparkan, namun
Namun umpan tetap mengambang
Respon yang sangat kuharapkan belumlah tampak
Sakit dadaku merasakan seperti ini
Serasa ingin berkesudahan sudah
Ya Allah dalam janjimu
Bahwa di Bulan yang suci ini
Segala pintu maaf Kau buka lebar, dan
Segala do’a Kau kabulkan
Ya Allah maafkanlah segala kesalahanku
Kesalahan yang telah kuperbuat
Dan kesalahan yang akan kuperbuat
Ya Allah aku yang dzalim
Meminta KepadaMu untuk kau tenangkan jiwa ini
Dan, berilah aku sebuah kesabaran tiada batas
Demi menuju keikhlasan yang sesungguhnya
Ya Allah aku yang kecil ini
Telah kau pertemukan dengan dirinya
Kau beri aku rasa cinta dan sayang itu kepadanya
Ya Allah
Karena itu aku mohon kepadaMu
Untuk menuju sunnah RasulMu
Takdirkanlah aku bersanding hidup dengannya
Ya Allah hanya Engkaulah yang Maha mengerti
Dan hanya Engkaulah yang Maha Mengetahui
Maka kusandarkan segala urusanku kepadaMu
Jum’at
26 Ramadhan 1427 H
20:19 WIB
Minggu, 19 Oktober 2008
SESEORANG YANG KAU CINTAI MEMUSUHIMU DAN MENJAUHIMU
SESESAK APAKAH GEJOLAK DADAMU?
BERHARAP DIA MEMELUK BERBALIK MENIKAMMU
SESUATU TELAH TERJADI DISANA DIMANA ANGAN MANUSIA TAK SELALU TERWUJUD DALAM SEKEJAP. DAN AKU PERNAH MERASAKANNYA.
inspirated by :
AS GOOD AS IT GET
the movie
at : 03:08 AM
19 Oct 2008 15 selengkapnya......
Rabu, 15 Oktober 2008
Kabar Petang
Kabar telah datang bersama hembusan angin summer malam ini, aku yang baru saja melanglang buana dari jagad barat (dawarblandong) masih terengah-engah begitu bersandar di tepian. Terlibat perbincangan dengan kawan dan sahabat. Riuh kicau mereka menyambut kadatanganku. Begitu perbincangan menjurus pada kisah pilumu aku tersedak dan tertegun hati. Yang kudengar dari mulut-mulut mereka bahwa dirimu telah melahirkan seorang buah hati (son). Kupejamkan mata sesaat, mencoba untuk menepis berita yang belum tentu benar adanya. Namun aku terseret bersama desas-desus, yang berkenaan dengan kronologi akan hal itu menjadikan suatu rumor dalam lingkungan sekitar tempat tinggalmu, hingga kisah usaha Bapakmu dalam menutupi aib yang melanda kehidupan keluarganya, atau mengklarifikasikannya, telah disampaikan dalam jamaah tahlil bahwa dirimu telah dinikahkannya pada bulan Januari lalu.
Aku disini yang masih menyayangimu menyisakan penyesalan atas apa yang telah terjadi padamu dan keluargamu. Keprihatinan mendalam. Dirimu adalah anak pertama dan sebagai kakak bagi adik-adikmu, pun seharusnya menjadi tauladan bagi mereka, menjadi contoh panutan dan kebanggaan mereka.
Bertahun sudah kita tak pernah bertemu, komunikasi terakhir yang terjalin adalah pada saat lebaran 1429 H kemarin. Terakhir kali kudengar merdu suaramu dikala Ramadhan kemarin, dimana telah kau hubungi aku dengan nomor lain, namun aku yang masih seperti biasa terlelap oleh indahnya mimpi tak menyadarinya. Disaat aku terjaga dan mengetahui panggilan tak terjawab hingga 4x membuat aku tergerak untuk menghubungi kembali. Terdengar alunan nadamu dan aksenmu yang begitu kuat, meskipun kau berpura-pura sebagai orang lain.
Selang satu hari kau kirimi aku ucapan selamat menjalankan ibadah puasa. Aku tambah yakin kalau yang menghubungi aku kemarin adalah dirimu.Malam ini sedikit banyak aku masih terngiang dan memikirkan dirimu. Sungguh alangkah bahagianya dirimu, teruama kedua orang tuamu, seandainya semua itu terjadi dalam sebuah perjalanan yang seharusnya dan yang diridhoiNya.
Aku masih terpana dan mencoba mengingkari berita itu, hatiku masih tak rela bilamana itu terjadi padamu. Hati telah basah oleh cucuran air mata batinku, sungguh aku akan ikut berbahagia bilamana hal itu melalui proses keabsahan menurut kayakinan kita. Aku rela dan pasti aku turut bahagia. Bukan sebaliknya, keprihatinan seperti saat ini.Pesanku untukmu, (yang mungkin tak akan tersampaikan dalam kenyataan)
Kuatkan dirimu dalam menjalani langkah kehidupan, teruslah lurus memandang dalam menggapai harapan untuk masa depan. Janganlah kau tengok kebelakang yang berlalu adalah pelajaran. Janganlah penyesalan itu untuk kau ratapi karena hal itu tak ada guna, bagimu dan bagi semua. Rawat & bimbinglah buah hatimu dengan ketulusan rasa sayangmu sebagai seorang ibu.
Aku yang menyisakan cinta untukmu hanya bisa mendoakan untukmu dan keluargamu, semoga kesabaran, kebahagiaan senantiasa menyelimuti hatimu. Jangan patah semangat karena harapan itu masih ada, dan aku masih disini untukmu.
SELAMAT MENJADI SEORANG IBU My Litlle Angel
Selasa, 07 Oktober 2008
Memory Oktober
Hampir dapat kupastikan, jika aku yang sebelumnya bermimpi untuk memiliki dirimu berjalan dengan cintaku seorang diri, tak terbalaskan dalam naungan kasihmu.
Segala pertimbangan telah terjadi dalam termenungku, diantaranya resiko bertepuk sebelah tangan atau gayung cinta yang tak bersambut.
Sebuah kesempatan bertemu denganmu telah terjadi dan itu akan terulang dan berulang lagi. Seperti halnya malam ini, lewat sebuah perantara kejadian hingga untuk pertama kalinya sejak kamu mudik kita bertemu kembali. Agak kikuk aku di hadapmu, aku yang mencoba tuk bersikap wajar dan biasa tiba – tiba menjadi beringsut mengkerut kecut hati dihadapmu. Kekuatan fatamorgana yang dasyat memang!.
Menatap wajahmu aku tak sanggup, apalagi menatap bola matamu. Aku jadi kecil dan seakan tak berarti.
Dalam hal ini aku mesti bersikap tegas padaku. Menjaga jarak dan porsi sebuah pertemuan demi menghambarkan asa yang telah kuciptakan sendiri. Aku harus mampu melunturkan jiwa yang terlanjur sakit terhadapmu. Tak akan lari dalam menghadapimu bila memang harus dihadapi. Dan akan kusimpangkan bila dapat.
Andai saja ........................................ pasti akan kubawa pergi jauh melampaui batas negara ini, dalam menuju sebuah penghidupan yang lebih baik, lebih layak dan itu akan kupersembahkan kepadamu.
Karena faktanya seperti ini maka akan tertunjukkan kepada siapapun dan dimanapun bahwa aku mampu dan aku bisa membuktikannya kesana.
Karenamu semangat kesana manjadi lebih menggebu. Terobsesi oleh sebuah angan yang meluas. Semua itu terwujud oleh karena golongan sepertimu yang telah memandang sebelah mata dalam setiap kehadiranku. Aku jadi merasa terlecehkan dan tercampakkan. Bagi kalian aku ibarat “Tebu”, dan bagaimanapun juga itulah sebuah garis yang harus kulewati berkali – kali.
Minggu, 05 Oktober 2008
Morning Has Broken
Ku terus melangkahkan jejak yang tak bertepi,
Bersandar keyakinan tuk memahami sebuah arti asa,
Dalam perjalanan menuju sebuah kedamaian hidup,
Menerjang badai demi sebuah ketenangan batin yang hakiki,
Dari semua yang terang hingga semu,
Terbaca maklumat sikap yang tak terperinci,
Membuat hatiku goyah terhadapmu, Harapanku tertutupi oleh kabut gunung,
Yang sengaja kau hembuskan,
Aku merasa telah kau hiraukan,
Disana aku merasa tiada arti,
Hingga aku mencemooh,
Aku yang terbodohi oleh desakan jiwa,
Yang terbuai oleh hasrat yang menggebu,
Langit tak lagi berbintang,
Yang tersisakan hanyalah nyanyian malam,
Meninggalkan luka berlabur hitam,
Meski begitu aku masih menunggu pijar fajar.
Minggu, 5 Oktober 2008
Sabtu, 27 September 2008
Terkungkung
Air mata batin bercucuran pedih Tak menetes nyata di mata, hingga Sesak terasa sangat membebani dada Sangatlah sesak...... Gemuruh yang pernah terjadi Kudiamkan dalam lambat waktu Menunggu dan mengumpulkan kekuatan Untuk meletuskan sebuah hasrat itu Berat hati untuk ungkapkan jati diri Terpendam di dalam benak Kala terpekur sendiri Murung menyelimuti kulit wajah Tak ada semangat apapun Lusuh .... lusuh ..... lusuh. Aku kusut dalam menunggu Haruskah aku diam membisu Seperti gunung yang mati Menunggu dan diam seperti batu Sabtu, 27 September 2008 23:45 PM
15 selengkapnya......Sabtu, 06 September 2008
..... Kepadamu aku Mawaddah
Dalam tengah kesempatan aku kenal dirimu
Kemudian aku terseret dalam keadaan
Ditiap kesempatan aku perhatikan dirimu
Berdegub kemarau jantungku
Mata terkesiap kala memandangmu
Ideal nan sederhana
Pernah aku lari dalam sebuah keadaan
Dimana kamu hadir disana
Mencoba menghambarkan asa cinta kepadamu
Karena aku takut terjerembab lagi
Karena aku pernah merasakan pahit itu
Karena aku tak ingin pahit itu datang lagi
Begitu juga aku malu pada diriku
Aku hanyalah secuil dalam sebuah keberdayaan
Yang seakan tak pantas bersanding denganmu
Takdir tak bisa kuhindari
Seiring waktu dalam kebersamaan
Muncul disana dan tumbuh disini
Beragam corak warna cinta tertuju padamu
Hingga ketika malam aku menghadapNya
Sungguh !, bersimpuh aku menengadah
“Allah ya tuhanku dalam takdirMu aku memilih”
Maka aku memohon dan berharap kepadaNya dirimu
Karena itu DIA aku yakin kamu mampu dan kamu bisa
Dengan begitu tulus dan ikhlas setia
Dalam membangun sebuah keluarga Mawaddah, Warahmah, Amanah.
Kamis, 04 September 2008
You are
kamu satu diantara wanita yang kukenal
lembut dan sederhana disana
datang perlahan dan kemudian merambat
menjadi suatu harapan
kamu satu diantara yang singgah dan kemudian menetap
hingga aura itu ingin kukejar
menghentak degub berirama asmara
that’s you are
Anything for Anyone
Anykind with Anymore, Anytime
Menuju Tujuan
aku berusaha mencoba tak akan berjalan kedepan jika di sana masih tersirat samar ada lobang yang menganga ataukah tak ada karena disini saya berusaha untuk tidak terperosok dalam kubangan yang sama dan serupa bila isyarat itu pasti tak ada jalan cepat atau lari pilihannya tak tengok kanan dan kiri tak juga kebelakang hanya satu tujuan lurus kedepan maju terus hingga tak ada istilah mundur dan bilamana telah tiba di tujuan namun ternyata alangan tak bisa terhindar dan rintangan tak bisa dihalau maka akan kupasrahkan pada nasib dan garis KuasaNya tak akan terus kuratapi menyesal menangisi yang ada hanyalah termenung diri terpekur tuk bangkit karena disana masih ada asa aku yakin dan masih percaya karenaMu ku sahaja karenaMU ku bercahaya Kamis, 04 September 2008 Ramadhan Ba’da Sahur At 04 : 12 Am
15 selengkapnya......Selasa, 26 Agustus 2008
Perjuangan Berjuang
Sekarang aku masih bukan apa-apa Aku masih biasa bukan luar biasa Meskipun begitu Aku akan terus berusaha kesana Sebanyak apa aku belajar Akan seluas itu aku memahaminya Semakin banyak yang ku topang Akan semakin tambah kekuatanku Sesering apa aku terbentur Akan sekuat itu aku menahannya Sejauh mana aku terhempas Akan secepat itu aku melaluinya Selama nadi berdenyut Dan jantung berdetak Benturan dan hempasan senantiasa ada Karena itulah hidup dalam kehidupan Made at : 26 August 2008 02:12 AM
15 selengkapnya......Sabtu, 23 Agustus 2008
...........................Mati.
Kehampaan yang terbuat oleh ulah diri Kesengsaraan terlanjur menggelayuti Hadir dalam kesenduan isak tangis ratapan Lanturan kalimat yang tak terjaga Memaksa kita memasuki sisi ruang gelap Menjadikan langkah terantuk antuk Disibukkan oleh gundah gulana Kekhawatiran yang menuju ketakutan tak beralasan Saat itulah kita sedang sakit jiwa Sungguh bila kita benar-benar menyadarinya Jiwa yang lelah, hati yang remang gelap Terbuai oleh indahnya dunia Surga seakan hanya ada disana Seolah kehidupan tak akan pernah mati Yakinlah, semua itu lebih dari yang kau tahu Lebih dari apa yang terpahami oleh hitungan semua ilmu Yakinlah itu pada hati nurani Sebuah kerajaan Maha Besar menguasai segala jagad raya Sesuatu diluar nalar akan diketahui, KELAK !! Dikala kita semua telah terkubur dan dibangkitkan kembali Sabtu, 23 Agustus 2008 01:54 AM
15 selengkapnya......Sabtu, 12 Juli 2008
Coklat cc
Hm…. Coklat, I like it. Meskipun pada akhirnya harus kurelakan untuk berbagi, seperti salah satu iklan TV, pada temen-temen & ponakan yang kebetulan pada nangkring kerumah. So … whatever Coklat tetep coklat, Sweet like a child. Thx so much cece, Thanks for All. Ps : thanks juga tuk photo NH-nya,
15 selengkapnya......Kamis, 12 Juni 2008
Yang Tertunda
Nada-nada telah menginspirasi hasrat khayal Alunan yang melarutkan jiwa menuju kedamaian Aroma firdausmu meleburkan segala lara Serasa damai tanpa ingar bingar puja puji Hadirkan pada hamba2 keabadian cinta dan kasih sayang Ketentraman yang menggelora disetiap gerak detik waktu Aku mohon jangan kau belah Hati yang terlanjur termenung, tercenung bisu * Menikmati semerbak khayalan kalbu Saturday, 12th June 2008 At 03:33 AM
15 selengkapnya......Minggu, 09 Maret 2008
Aku Jatuh Cinta Lagi
Cinta, bertahun sudah aku melupakanmu
Kini kau mulai bersemi
Tak pernah kuminta tuk tumbuh dihati
Meski begitu kau tetap bersemayam dan berkembang
Dan aku terlalu takut tuk merasakan lagi
Lalu menyerah sebagaimana dulu itu
Aku takut jatuh cinta
Karena kau telah berkali menjatuhkanku
Merobek hatiku, memenggal hasratku
Lalu tinggalkan aku merana lagi
Biarlah aku seperti dulu
Seperti aku sebelum mengenalmu
Meski ada masa tak ceria
Namun hati tak tersakiti olehmu
Yang tak kumengerti
Walau begitu, kenapa hati tak pernah jera menyambutmu
Dan desiran itu terngiang lagi
Biarkan berjalan melewati ruang hatiku
Memasuki jiwa bagai bulir salju tetesi kalbu
Akankah kau menjadi surga dalam hidupku
Menaungi jiwa yang telah lelah bermimpi
Dedicated to :
@ny, who Someone I like N’ I love
@ Simply Girl with @ Behaviour
@ Trully Beautiful Woman on You
Minggu, 03.00.53 AM
09 Maret 2008

